Ranu Kumbolo, Sisi Romantis Semeru

Semeru yaitu gunung paling tinggi di Pulau Jawa. Banyak keindahan yang akan kamu lihat kala mendakinya, terhitung Danau Ranu Kumbolo.

Ranu kumbolo yaitu danau yang berada di lereng Gunung Semeru. Jadi penghentian pertama buat beberapa pendaki yang ingin ke arah pucuk Mahameru. Air dari Ranu Kumbolo ini masih dikira sakral lantaran masih difungsikan dalam upacara keagamaan suku Tengger yang tinggal di Bromo.

Perjalanan ini saya melakukan bersama-sama lima orang rekan saya yang belum punyai keterampilan privat di dunia pendakian. Dengan demikian kami menuruti privat trip pada salah satunya operator travel yang menyiapkan trip ke gunung, biarpun cuma hingga sampai Ranu Kumbolo saja.

Meeting poin dikerjakan di Malang serta setelah melihat ulang persiapan yang butuh kami bawa pula, kami juga pergi dengan jeep ke arah Desa Ranu Pane, yang yaitu desa paling akhir sebelum pendakian diawali.

Waktu memberikan waktu 3 sore, kami juga mengawali perjalanan. Belum apa-apa saya telah mulai engap, lantaran mesti bawa tas berat yang dipenuhi sleeping bed, jaket serta pakaian rubah bersama-sama perabotan lain yang akan saya gunakan saat pendakian.

Syukurnya saat perjalanan kita akan disajikan panorama hijau unik pegunungan, diluar itu tidak usah kuatir akan kelaparan atau kehausan lantaran ada sejumlah pos yang menyiapkan cemilan serta buah-buahan fresh.

Selesai meniti perjalanan lebih kurang 4 jam, selanjutnya kami datang di Ranu Kumbolo. Sedikit yang dapat saya lihat, lantaran kami datang lebih kurang jam sembilan malam, lebih udara begitu dingin bikin saya ingin secepatnya masuk tenda serta tidur.

Esok paginya, dengar suara ramai beberapa orang di luar tenda saya yang mulainya masih ingin tidur juga selekasnya bangun. Demikian keluar tenda, wushh angin dingin selekasnya menegur. Langsung ingin balik masuk tenda , tetapi lihat view yang jarang-jarang dapat saya lihat bikin saya konsisten bertahan di luar.

Bagaimana tidak, kelompok kabut menutupi permukaan Ranu Kumbolo seakan-akan kelompok awan di bumi. Gak ingin kalah, sang Fajar malu-malu tampak di antara dua bukit kian bikin cantik panorama pagi itu. Ah indahnya serta entahlah mengapa buat saya keadaan ini seperti perlihatkan segi romantis dari Semeru yang kelihatan dingin.

Saya serta kawan-kawan gak ingin mengabaikan peluang, kami ambil banyak photo dengan perlindungan tripod. Diluar itu kami berpindah-pindah ke banyak spot. Syukurnya udara mulai memanas sejalan kedatangan sang Fajar yang semakin tinggi.

Pengalaman camping di gunung ini yaitu pengalaman baru buat saya, nyata-nyatanya ada beberapa hal baru yang dapat saya dapatkan. Mendatangi tempat baru dengan keadaan yang tidak pernah saya dapati awal kalinya memang jadi hal yang menyenangkan. Saya memikirkan jikalau saya dapat lihat serta rasakan langsung keadaan padang gurun yang panas serta berdebu.

Pengalaman yang begitu ingin saya coba di Dubai. Ya, safari desert Dubai. Memutari padang gurun dengan naiki unta. Lalu makan masakan unik padang gurun ditemani hembusan pasir yang seakan ajak kita main. Wah pastilah akan dahsyat serta terkesan sekali. Mudah-mudahan Dream Destination ini dapat selekasnya terjadi bersama-sama Dubai Tourism Board. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *