Mungkin Ini Gunung dengan Pendaki Terbanyak Sedunia

Traveler asal Indonesia yang berulangkali main ke Tokyo mungkin sedikit tahu mengenai Mt. Takao. Berikut ini gunung yang terbanyak didatangi di dunia.
Mt. Takao merupakan pilihan day trip yang paling digemari banyak orang dari Tokyo berdasar sebagian situs wisata. Bagaimana tidak? Cukup hanya dengan 1 jam, kamu bisa kabur dari kondisi hiruk-pikuk di pusat kota serta nikmati udara fresh komplet dengan kondisi kehijauan.

Kesempatan ini saya pingin ceritakan pengalaman extraordinary yang saya alami sewaktu mendaki Mt. Takao diakhir musim semi tahun ini. Bermodal 1,380 yen, kamu dapat beli Mt. Takao Disc. Ticket yang udah mengcover transportasi pulang pergi dari Shinjuku ke Mt. Takao plus cable car/chair lift dua arah.

Sehabis persiapkan dikit bekal serta air minum, saya lantas pergi dari Shinjuku dengan kereta api ketujuan stasiun Takaosan-guchi lewat Keio Line. Untuk kamu belumlah sempat mendaki atau jarang-jarang mendaki alias pemula seperti saya, jangan kuatir lantaran ada bermacam trek pendakian yang ada dari mulai tergampang (jalan setapak) hingga sampai yang terekstrim (jalan trekking).

Tidak hanya itu, kamu bisa juga memanfaatkan cable car atau chair lift yang akan membawamu dari kaki gunung hingga sampai ke titik tengah untuk mengirit waktu serta kekuatan. Saya sendiri memanfaatkan jalan setapak hingga sampai ke pucuk supaya lebih greget. Kamu tak butuh takut tersesat, lantaran wejangan di masing-masing trek begitu jelas serta semua trek akan hingga sampai ke titik yang sama di pucuk gunung

Sepanjang mendaki, kamu dapat datang di sejumlah spot unik seperti Kuil Shinto-Buddhist, Monkey Park, Ancient Cedar route, Suspension Bridge serta ada banyak yang lain. Sehabis mendaki seputar dua jam, saya selanjutnya datang di pucuk Mt. Takao.

Panorama dari pucuk memang fantasis, kota Tokyo serta gedung-gedung pencakar dapat kelihatan dengan jelas. Gunung Fuji bisa juga kelihatan dari pucuk Mt. Takao bila kamu sedang mujur namun nasib saya kurang bagus lantaran waktu Gunung Fuji sedang malu-malu kucing.

Sehabis ritual foto-foto tuntas, saya lantas mengawali perjalanan ketujuan ke kaki gunung dengan memanfaatkan chair lift. Teknik untuk naik chair lift termasuk unik lantaran saya harus bergaya 1/2 duduk supaya bisa “dicantol” oleh chair lift yang sedang bergerak.

Menurut saya, chair lift ini perlu diperlukan lantaran sensasinya begitu menakjubkan. Tidak ada pengaman, tidak ada pembatas, cuma kamu, alam serta panorama yang breathtaking, Nah! Sekitar seperti tersebut pengalaman yang saya alami waktu mendatangi Mt. Takao.

Pas sekali untuk traveler yang suka dengan aktivita anti-mainstream seperti saya lantaran pengalaman waktu traveling merupakan hal yang paling terkesan! Ngomong-ngomong masalah anti-mainstream, saya jadi ingat dengan beberapa item di bucket daftar saya yang belum “tercentang” serta cuma dapat dijalankan di Uni Emirat Arab sampai-sampai membuat saya pingin bertandang ke Dubai.

Item-item itu merupakan skydiving di atas Palm Jumeirah, berjalan-jalan di pusat kota Dubai untuk kagum pada kondisi metropolis sekalian berpakaian ciri khas Kandura an tentunya selfie dengan seekor unta!Mudah-mudahan mimpi saya dapat terjadi satu waktu!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *