Menyusuri Gunung Sipiso-piso yang Cantik

Gunung Sipiso-Piso satu diantara gunung yg ada di Tanah Karo, yang pasti gunung ini ada di Kecamatan Merk, Kabupaten Karo serta dapat ditempuh seputar 3 jam perjalanan dari Kota Medan serta cuma 1 jam saja dari Berastagi.

Gunung yg tercipta dari batuan lava andesite ini mempunyai ketinggian seputar 1900 mdpl. Gunung ini di kenal juga dengan nama Bukit Gundul sebab pohon-pohon cuma tumbuh di puncaknya saja, sedang di tubuh gunung cuma dipenuhi rerumputan hijau.

Awal mulanya saya sempat mendaki gunung ini. Tapi sayangnya dalam eksperimen pertama itu, turun kabut yg halangi panorama dari pucuk gunung sampai-sampai saya tidka dapat nikmati keindahannya. Oleh sebab itu, saya juga memiliki rencana untuk kembali mendaki Gunung Sipiso-Piso ini. Ditambah lagi saya memperoleh kabar jika poto Danau Toba yg berada pada uang Rp. 1000 emisi tahun 1992 diambil dari satu diantaranya pojok gunung ini.

Sesudah rencana yg masak, saya serta kawan-kawan juga mengawali pendakian ke pucuk Gunung Sipiso-Piso pada sore hari. Biar kami dapat dirikan tenda di puncaknya pas sebelum gelap. Asyiknya, Gunung Sipiso-Piso ini amat ringan untuk didaki serta telah ada juga jalan trekking yg sudah diaspal, walau aspalnya telah cukup rusak. Sampai-sampai kita dapat mendaki ke arah pucuk gunung tidak dengan takut tersesat.

Selanjutnya sesudah 2 jam pendakian saya sukses datang di pucuk gunung ini. Serta demikian datang di puncaknya, kami diterima dengan panorama dari matahari yg mulai terbenam. Sinar matahari yg berwarna jingga itu tampak indah kala mulai lenyap dalam lautan awan serta Pegunungan Bukit Barisan di ufuk barat. Sayangnya saya tak dapat begitu lama nikmati sunset itu, sebab harus bergegas dirikan tenda sebelum hari kian gelap.

Sesudah melalui malam yg dingin di pucuk gunung ini. Selanjutnya pagi yg dinanti-nantikan datang juga. Pada saat pagi ini dia peristiwa yg tetap dinanti-nantikan banyak pendaki, adalah peristiwa sunrise alias matahari keluar. Walaupun sunrise sendiri semata-mata bonus, bukan esensi pokok dari satu pendakian.

Beruntungnya pagi itu cuaca cukup cerah di ufuk timur sampai-sampai kami sukses mendapat peristiwa sunrise yg prima. Sunrise itu juga tampak amat indah sebab kala itu langit yg awal mulanya gelap, lewat cara perlahan-lahan menjadi jelas dengan bias sinar kemerahaan di ufuk timur. Selang berapa saat sang raja siang itu juga memperlihatkan dianya serta cahayanya juga menyinari segala permukaan bumi.

Sinar matahari pagi itu menyinari permukaan Danau Toba yg ada pas dibawah gunung ini. Cahayanya yg kuning keemasan tampak membias di atas permukaan Danau Toba yg luas. Di sekitar danau tampak perbukitan hijau yg mengitari Danau Toba. Sinar kuning keemasan dari matahari, air danau yg kebiruan serta perbukitan hijau itu membuahkan satu gradasi warna yg indah sekali.

Satu panorama yg memikat dari atas pucuk gunung ini yaitu terlihatnya lekuk-lekuk Pulau Sumatera yg bersentuhan langsung dengan Danau Toba. Lekuk-lekuk itu sama persis dengan yg berada pada gambar uang Rp. 1000 emisi 1992 itu. Benar-benar indah sekali.

Sesudah suka nikmati pagi dari atas pucuk gunung ini, kami juga mulai beres-beres serta selekasnya turun untuk kembali lagi rumah. Tapi dalam hati saya masih meniatkan diri untuk balik kembali kesini satu hari kelak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *