Menggapai Atap Negeri Jiran, Gunung Kinabalu

Gunung Kinabalu ialah gunung paling tinggi di Malaysia. Menjejaki arah ketujuan ke pucuk gunung ini, sama dengan juga menjejaki atapnya Negeri Jiran.

Untuk kerjakan pendakian ke pucuk paling tinggi di negeri Jiran, Gunung Kinabalu ini sebetulnya gampang. Ada banyak operator pendakian yang dapat dibooking jauh-beberapa hari sebelum tanggal pendakian. Ingin maklum, pendakian ke Kinabalu miliki quota harian yang tak dapat ditawar.

Gunung Kinabalu mempunyai beberapa arah adalah arah Timpohon serta arah Mesilau. Ke dua arah ini yang biasa dimanfaatkan pendaki dari pelosok dunia. Ada pula arah Ferrata bagi para penggemar climbing lantaran ini sebagai arah pendakian yang melalui tebing bebatuannya.Pendakian ke Kinabalu dapat dijalankan selama tahun serta mesti memanfaatkan guide sah yang dipilih oleh operator pendakian.

Dari kota Kinabalu, kita mesti ketujuan ke Ranau yang terdapat sejauh 3 jam berkendara untuk ketujuan ke basecamp pendakian di Kinabalu Park headquarter.Saya melihat ulang kembali tas ransel saya, 2 jacket, 1 busana rubah, 2 kaos kaki, 1 kaos tangan, 1 sarung, 1 hijab, 1 pashmina, 1 sandal gunung, satu set perlengkapan mandi, handuk kecil, 1 topi, serta 1 bungkus tissue kering serta basah, dan obat-obatan.

Walau sebagai gunung dengan ketinggian lebih dari 3.000 mdpl, tapi Kinabalu mempunyai peraturan tak diperbolehkan membangun tenda serta memasak atau membuat api di rimba. Penginapan serta makan banyak pendaki sudah ditata demikian rupa oleh operator pendakian hingga kita tak perlu bawa tenda serta perlengkapan masak saat mendaki gunung Kinabalu.

Arah pendakian gunung Kinabalu lantas telah tertib dengan rapi. Di selama perjalanan ada banyak saran arah, shelter atau pos untuk beristirahat, tong sampah dan papan kabar perihal beberapa flora serta fauna di kira-kira shelter itu. Dari Basecamp Kinabalu Park headquarter ketujuan ke basecamp Laban Rata butuh waktu kira-kira 3 jam pendakian.

Kira-kira 1 km. dari basecamp Laban Rata, mendadak gerimis lantas mengguyur. Saya lantas mepercepat langkah ketujuan penginapan Laban Rata dibawah guyuran hujan. Sesampainya di penginapan, saya dikasihkan handuk serta kunci kamar untuk lekas merubah pakaian yang basah dengan yang kering. Penginapan 2 lantai ditengah-tengah rimba ini sudah dipenuhi akan banyak pendaki dari beberapa negara.

Satu gelas coklat panas serta tolak angin lantas lekas saya minum untuk menghangatkan tubuh serta menahan masuk angin sehabis terserang hujan barusan. Kandungan herbal tolak angin membuat tubuh saya konsisten berasa hangat dari dalam serta konsisten fit untuk bekerja. lalu saya lantas lekas ambil makanan yang sudah tersaji di penginapan lantaran perut yang telah mohon diisi. Malam hari ini saya mesti tidur dalam waktu cepat lantaran pendakian ketujuan pucuk dapat diawali pada waktu 3 pagi waktu ditempat.

Waktu 3 pagi, beberapa pendaki sudah siap-siap di ruangan tengah serta melahap sajian yang telah disediakan. Kami semua dapat ketujuan pucuk paling tinggi di negeri jiran ini. Perjalanan ketujuan ke pucuk butuh waktu kira-kira 3 jam perjalanan. Dengan udara pagi hari yang menggigit, saya lantas gak lupa minum kembali tolak angin untuk persiapan ketujuan ke atap Malaysia.

Sehabis 3 jam lebih berjalan dengan enjoy, pada akhirnya saya lantas sukses menapak pucuk paling tinggi gunung Kinabalu yang ada pada ketinggian 4095 mdpl. Matahari belum muncul lantaran di Malaysia, matahari akan muncul kira-kira waktu 07.25 pagi.

Walau tidak bisa menyaksikan matahari muncul, tapi panorama dari atas gunung Kinabalu demikian mengagumkan. Hempasan angin serta udara dingin di pucuk gunung sudah sempat membuat jari-jari serta kulit muka saya mati rasa saat sejenak. Tapi tubuh saya konsisten berasa hangat atas tolak angin yang sudah saya minum sebelum mengawali pendakian.

Tak tahan dengan angin kencang dalam tempat terbuka, pada akhirnya saya putuskan gagal tunggu matahari muncul serta kembali ketujuan penginapan Laban Rata. Walau sekedar beberapa waktu di pucuk gunung Kinabalu, tapi moment ini berubah menjadi satu diantaranya moment terindah pendakian gunung yang sempat saya laksanakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *