Jembatan Kayu Paling Bersejarah di Myanmar

Di Myanmar, ada jembatan kayu selama 1,2 km. yang sangatlah bersejarah. Jembatan dari kayu jati ini usianya telah lebih dari 100 tahun.

Pingin memandang sunset atau sunrise di atas jembatan terpanjang di Myanmar yang terbuat dari kayu jati yang udah kukuh berdiri lebih dari 100 tahun serta membentang di atas satu diantara danau terluas serta terpanjang di Myanmar sambal lihat pemandangan danau taungthaman dari atas jembatan ?

Karena itu datanglah ke Ubein Bridge yang ada di kota Amarapura yang dahulunya adalah ibukota kerajaan Myanmar (1783-1821 serta 1842-1859) sebelum selanjutnya dipindahkan ke ibukota kerajaan yang baru yakni Mandalay yang miliki jarak kira-kira 11 Km. menuju utara di tahun 1859.

Jembatan yang membentang hampir meraih 1,2 km ini dibuat oleh mayor U Bein salah satu orang perwira kerajaan Dinasti Konbaung. Kayu jati yang dimanfaatkan dalam pembangunan jembatan ini datang dari kayu jati yang tak terpakai serta diambil dari istana Amarapura.

Lantaran miliki 2 bagian pelancong bisa Waktu memandang keindahan pemandangan dari atas jembatan ini waktu sunset atau sunrise

Buat yang pingin nikmati sunrise direkomendasikan telah ada di jembatan U Bein sebelum jam 7 pagi disebabkan kita menghabiskan waktu cari titik terunggul ambil photo sunrise dari jembatan.

Menurut pengalaman, untuk dapat memandang sunrise dengan jelas kita harus berjalan cukup jauh sampai hingga pada bagian jembatan yang menghadap daratan diseberang.waktu kami ke sana bulatan matahari jelas mulai kelihatan jam 7.20 pagi serta makin jelas kelihatan disertai langit yang makin jelas sampai jam 7.35 kemudian sinar matahari akan pecah serta tak focus .

Apabila kita telah tiba di jembatan pagi hari sebelum jam 7 kita bisa lihat langsung aktivitas warga Myanmar sejak mulai pagi hari. Kita akan berpapasan dengan biksu-biksu yang berjalan sendiri atau bersamaan ketujuan ke biara mereka.ibu-ibu memakai sepeda tua dengan bawa barang dagangan mereka untuk dibawa ke pasar.

Banyak pelajar dengan tas sekolah mereka yang tersampir di bahu. Orang-tua dengan beberapa anak mereka ada yang cuma jalan-jalan akan tetapi juga ada yang olahraga. Banyak pedagang minuman dan makanan yang berdagang di pos-pos peristirahatan.

Ada beberapa pos-pos peristirahatan yang dibuat disepanjang jembatan ini. Pos-pos peristirahatan ini ukurannya lumayan luas serta diperlengkapi kursi kayu panjang jadi tempat duduk. Kecuali jadi tempat melepas letih banyak pejalan kaki di pos peristirahatan ini serta tempat banyak pedagang mengusahakan banyak pejalan kaki manfaatkan tempat ini jadi tempat kumpul.

Apabila kita mengedarkan pandangan kita ke danau yang ada dibawah jembatan Ubein kita akan memandang perahu-perahu kayu yang digerakkan sampan oleh masyarakat melaju di atas permukaan danau.pada sebuah perahu umumnya ada 1 sampai 2 orang. Di perahu kelihatan beberapa barang yang mau mereka jual.

Danau ini pun tempat banyak nelayan cari ikan kelihatan perahu nelayan berhenti dekat bagian jembatan dimana satu orang nelayan sebarkan jaring tangkap ikan tengah rekanannya menggenggam sampan serta duduk di atas perahu.

Danau ini pun tempat idola buat burung-burung serta bebek-bebek. Burung-burung yang mengepakkan sayapnya serta terbang di atas jembatan U Bein untuk selanjutnya duduk di atas tiang-tiang kayu jati sebagai penopang jembatan U Bein untuk selanjutnya terbang . Kumpulan bebek-bebek yang dengan senang berenang di atas air danau.

Apabila kita ada pada musim pada waktu curah hujan dikit seperti waktu kami ada tinggi permukaan air danau tak tinggi serta akan tampak daratan-daratan di tengahnya danau. Daratan-daratan ini lumayan luas serta masyarakat Myanmar manfaatkan daratan-daratan ini jadi tempat pertanian serta perkebunan mereka menanam padi, sayuran-sayuran pada tempat memakai tenaga kerbau.

Dari jembatan U Bein dengan berjalan terus kita akan sampai di ujung jembatan dimana desa taungthaman ada kami sudah sempat bersua banyak biksu yang tengah berkeliling-keliling serta masyarakat desa dengan senang memberi derma terhadap biksu yang mereka dapati serta seringkali berlangsung penuturan antara mereka berkeliling-keliling desa kita dapat memandang pagoda tua yang berada di desa ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *